Senin, 29 September 2014

PENGERTIAN ASURANSI DAN MANAJEMEN RISIKO

PENGERTIAN ASURANSI dan MANAJEMEN RISIKO
I. Pengertian Asuransi

A.       Asuransi

Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian yang tidak pasti.
Dari perumusan tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, orang bersedia membayar kerugian yang sedikit untuk masa sekarang, agar bisa menghadapi kerugian-kerugian besar yang mungkin terjadi pada waktu mendatang.
a.       Dalam asuransi kebakaran, seorang mengasuransikan rumahnya kepada perusahaan asuransi. Dalam hal ini orang tersebut membayar premi terhadap perusahaan asuransi. Bilamana terjadi kebakaran, perusahaan akan mengganti kerugian-kerugian yang disebabkan oleh kebakaran tersebut.
b.      Pada asuransi laut ialah dengan mempertanggungkan kapal, muatan dan lain-lain.

Jadi, disini ternyata bahwa segala kerugian yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang, kita pindahkan kepada perusahaan asuransi
Bilamana kita melihat cabang-cabang perusahaan asuransi yang ada di Negara kita, maka bentuk-bentuk asuransi dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Asuransi kerugian (asuransi umum) ,yaitu mengenai hak milik, kebakaran , dan lain-lain.
2.      Asuransi varia (marine insurance), asuransi kecelakaan, asuransi kecelakaan,asuransi mobil dan pencurian.
3.      Asuransi Jiwa (life insurance), yaitu yang menyangkut kematian, sakit , cacat, dan lain-lain.
John H.Magee dalam bukunya , General Insurance (bab 2) mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut :

1.      Jaminan Sosial
Jaminan Sosial merupakan “asuransi wajib”, karena itu setiap orang atau penduduk harus memilikinya. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya. Contohnya ialah jika seseorang sakit harus dijamin pengobatannya, kecelakaan, invalid, mencapai umur ketuaan, atau hal-hal yang menyebabkan timbulnya pengangguran.
2.      Asuransi Sukarela
Asuransi Sukarela dapat dibagi dalam dua jenis yakni :
a.       Government insurance, yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau Negara contohnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
b.      Commercial insurance, yaitu asuransi yang bertujuan untuk melindungi seseorang atau keluarga serta perusahaan dari risiko-risiko yang bisa mendatangkan kerugian.
B.     Risiko (Risk)
Risiko adalah ketidaktentuan atau uncertainty yang mungkin melahirkan kerugian        (loss). Unsur ketidaktentuan ini bisa mendatangkan kerugian dalam asuransi ketidaktentuan dapat dibagi atas :
1)      Ketidaktentuan ekonomi yaitu kejadian yang timbul sebagai akibat dari perubahan sikap konsumen, umpama perubahan selera atau minat konsumen atau terjadinya perubahan pada harga, teknologi, atau didapatnya penemuan baru, dll
2)      Ketidaktentuan yang disebabkan oleh alam misalnya kebakaran, badai, topan, banjir,dll
3)      Ketidaktentuan yang disebabkan oleh prilaku manusia misalnya peperangan, pencurian ,perampokan, dan pembunuhan.
Diantara ketiga jenis ketidaktentuan diatas yang bisa ditanggungkan ialah ketidaktentuan alam dan manusia.
                                    Risiko dapat di klasifikasi sebagai berikut :
a)      Speculative risks, yaitu risiko yang bersifat spekulatif yang bisa mendatangkan rugi atau laba. Misalnya seorang pedagang bisa untung atau rugi dalam usahanya.
b)      Pure riks, yaitu risiko yang selalu menyebabkan kerugian. Perusahaan asuransi beroperasi dalam bidang pure risk (kematian,kapal tenggelam,kebakaran,dll).
                       









II. RISK MANAGEMENT

    Risk Management adalah peninjauan risiko dari sudut pandangan seorang manajer asuransi (risk manager).
     Risiko yang ada dalam masyarakat bisa kita lihat dari dua segi, yaitu :
a.       Pembeli asuransi (pemegang polis)
b.      Penjual asuransi (perusahaan asuransi)
Bagi seorang risk manager yang penting untuknya yaitu melihat risiko dari segi pembeli asuransi. Usaha yang harus dijalankan nya ialah terutama harus menitikberatkan pada prevention of loss, oleh karena itu banyaknya risiko bisnis didalam masyarakat yang harus dihadapi. Bila kita melihat pada perusahaan-perusahaan niaga di Negara kita ini, ada bagian asuransi tersendiri. Fungsi pimpinan bagian asuransi ialah untuk memikirkan bagaimana caranya agar risiko dapat ditangani, apakah dengan jalan mempertanggungkan atau dengan menggunakan self-insurance (asuransi sendiri).
Masalah diatas adalah tugas kepala bagian asuransi memecahkannya.
a.       Perusahaan-perusahaan berkembang, terutama industri. Karena meluasnya industry akan menyebabkan risiko yang ada bertambah “kompleks”.
b.      Dengan majunya perindustrian, maka hazard akan bertambah besar.
c.       Untuk menampung a dan b tersebut, perlu adanya bagian tersendiri dalam perusahaan guna mengatur risiko tersebut
a)      TUGAS RISK MANAGER
Risk manager yang ada dalam suaru perusahaan harus memperhatikan hal-hal berikut:
1)      Menentukan serta menganalisis risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Untuk menentukan besarnya risiko ditentukan pula tindakan-tindakan yang harus dijalankan, misalnya dengan prevention of loss yaitu umpamanya membuat sebuah gedung yang tahan akan api (fire insurance).
2)      Apakah risiko itu kita tanggulangi dengan jalan :
·         Mengasuransikan (risiko dibebankan pada perusahaan asuransi)
·         Self insurance, kita tanggung sendiri risiko yang terjadi dan tidak dipindahkan pada perusahaan asuransi. Umpamanya pada perusahaan pengangkutan yang menggunakan self insurance untuk semua alat-alat yang dimilikinya, caranya ialah mengadakan cadangan yaitu “cadangan asuransi” dimana tujuan nya untuk mengganti peralatan yang bisa menjalankan self insurance, karena pada perusahaan besarb berlaku the law of large number.
·         Assume of Risk, risiko yang mungkin timbul tidak dipertanggungkan, yaitu secara untung-untungan saja.
3)   Risk Manager harus mengetahui serta paham akan ilmu asuransi.
      Ketiga factor di atas adalah fungsi pokok yang harus diketahui dan dimengerti oleh manajer asuransi, oleh karena dalam hal ini risk manager harus melihat :
a.       Kerugian-kerugian yang mungkin timbul
b.      Menilai kerugian yang sesungguhnya
c.       Berusaha untuk mengadakan prevention of loss
d.      Mengestimasi real loss dengan expected losses
b)      PERSOALAN KETATALAKSANAAN (Masalah bagi perusahaan-perusahaan Asuransi di Indonesia)
Masalah manajemen merupakan persoalan pokok bagi Negara kita sebagai suatu Negara sedang berkembang. Maju mundurnya suatu perusahaan asuransi, tidak tergantung pada aktivitasnya saja, tetapi juga banyak dipengaruhi oleh soal-soal yang menyangkut ketatalaksanaan.
Bila mana kita lihat perusahaan asuransi umum yang ada di Indonesia, maka problema yang dihadapi perusahaan asuransi ialah :
1)      Masalah Internal
·         Lack of managerial skill, lack of modern administration
·         Kurang latihan, pengalaman, skill dan technical knowhow
·         Kurangnya tenaga kerja yang berkualitas
·         Kurang kesenangan bekerja yang disebabkan oleh rendahnya tingkat upah serta biaya-biaya penghidupan yang meningkat setiap harinya.
·         Persoalan tingkat tarif yang konstan, sedangkan biaya-biaya asuransi meningkat terus.
2)      Masalah Eksternal
Factor ekstern juga berpengaruh pada operasi perusahaan misalnya factor-faktor yang disebabkan oleh :
a.       Keadaan ekonomi yang tidak stabil, terutama membawa pengaruh pada hasrat menabung serta untuk melaksanakan investment
b.      Karena pengaruh keadaan moneter dan kebijaksanaan keuangan pemerintah (perpajakan)
c.       Aspek undang-undang serta bertambahnya besarnya pengawasan Negara untuk campur tangan dalam perusahaan-perusahaan asuransi (perusahaan-perusahaan Negara).

Bagaimanapun juga kedua factor tersebut diatas, baik yang bersifat intern maupun yang bersifat ekstern, memberi pengaruh tertentu kepada pertumbuhan perusahaan asuransi, terutama bagi Negara Indonesia yang sedang menuju kepada tinggal landas dalam pembangunan ekonominya, untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.


CONTOH ASURANSI DI INDONESIA
Informasi Prudential
Didirikan pada 1995 , PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan perusahaan asuransi jiwa terkemuka di indonesia dan merupakan bagian dari Prudential plc, grup jasa keuangan yang berbasis di Inggris. Dengan memanfaatkan pengalaman Grup Prudential selama 165 tahun di industry asuransi jiwa, Prudential Indonesia berkomitmen untuk menyediakan solusi investasi terbaik, tabungan, dan solusi proteksi asuransi yang paling baik kepada nasabah di tanah air.
            Sejak peluncuran produk asuransi yang terkait produk investasi pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia telah menjadi pemimpin pasar untuk kategori produk inovatif ini. Prudential Indonesia juga menawarkan variasi produk dan layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan keuangan para nasabah Indonesia yang Beragam.
            Pada 31 Desember 2013, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang dengan 327 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Surabaya, medan, bandung, Yogyakarta, batam dan bali) diseluruh nusantara. Per 31 Desember 2013, Prudential Indonesia melayani lebih dari 2 juta nasabah.
MISI DAN KREDO
MISI :
“Menjadi perusahaan Jasa Keuangan Ritel terbaik di Indonesia, melampaui pengharapan para nasabah, tenaga pemasara, staf dan pemegang saham dengan memberikan pelayanan sempurna, produk berkualitas, tenaga pemasaran professional yang berkomitmen tinggi serta menghasilkan pendapatan investasi yang menguntungkan.”
Empat Pilar Misi:
Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Misi, PT Prudential Life Assurance memiliki Empat Pilar, yaitu Fondasi yang merupakan dasar berdiri dan berkembangnya perusahaan serta yang membedakannya dengan perusahaan-perusahaan lain. Berikut ini adalah Empat Pilar :
·         Semangat untuk selalu menjadi yang terbaik. untuk memberikan yang terbaik dan memperbaiki kemampuan untuk mendapatkan hasil terbaik pula.
·         Organisasi yang memberikan kesempatan belajar. Memberikan kesempatan kepada setiap orang di perusahaan untuk mendapatkan pengetahuan, keahlian dan pengembangan pribadi melalui training.
·         Bekerja sebagai suatu keluarga. Bekerja bergandengan tangan sebagai satu keluarga besar memperlakukan satu sama lainnya dengan rasa hormat dan penuh kasih untuk menciptakan suasana penuh pengertian.
·         Integritas dan keuntungan yang merata bagi semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Komitmen untuk selalu memiliki integritas dalam setiap hal, menyediakan pelayanan terbaik untuk nasabah, menghargai setiap orang dengan adil berdasarkan nilai tambah bisnis, berkomunikasi dengan jelas dan memberikan pendapat penghasilan yang baik ke setiap orang (tanpa diskriminasi).
Nilai-nilai Inti :
PT Prudential Life Assurance menjalankan “Core Values” (nilai-nilai inti) yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia (PCA) sebagai panduan kepada setiap orang di perusahaan dalam bekerja:
·         Berinovasi dan menciptakan peluang
·         Menunjukan rasa peduli dan memahami
·         Bekerja sama
·         Memberikan yang terbaik

KREDO :
“hanya dengan mendengarkan, kami dapat memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, dan hanya dengan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, kami dapat memberikan produk dan tingkat pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.”

Refrerensi : Salim, Abbas. 2012. Asuransi dan Manajemen Risiko.Jakarta: P.Raja Grapindo Persada




Minggu, 08 Juni 2014

KOMUNIKASI BISNIS DALAM TINJAUAN SYARIAH

KOMUNIKASI BISNIS DALAM TINJAUAN SYARIAH

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya memiliki tujuan utama untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Pencarian profit dilakukan dengan cara memproduksi dan menjual produknya kepada konsumen. Promosi dilakukan oleh bagian penjualan yang berada di dalam divisi marketing. Proses pemasaran ditujukan kepada konsumen untuk mengajak konsumen membeli produk yang ditawarkan perusahaan. Dewasa ini kegiatan pemasaran yang diterapkan oleh sebagian besarperusahaan umumnya bersifat konvensional, pemasar dapat bertindak sesuai dengan kondisi yang ada saat ini, yang terkadang dapat menimbulkan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku untuk pemasar. Tak bisa disangkal, bahwa komunikasi pemasaran (marketing communication) terbukti memegang peranan amat penting, tidak saja untuk menyebarkan pesan tertentu kepada target audiens, tetapi lebih dari itu, juga membentuk dan membangun persepsi serta citra sebuah brand. Di era yang serba digital, dimana komunikasi bisa dilakukan oleh siapa pun, dimana pun dan kapan pun, maka pesan apa pun bisa masuk disetiap celah-celah kehidupan kita. Ibarat bom curah, ia bisa mengenai siapa pun tanpa pandang bulu. Fakta itu menjadi lebih dahsyat lagi manakala aplikasi marketing communication disusupi "ruh" materialisme-kapitalisme dengan balutan dan kemasan liberalisme. Dan dampak yang ditimbulkannya pun sangat berpengaruh.



Rumusan masalah
Perkembangan marketing konvensional saat ini, dalam praktik mengiklankan produk ditemukan berbagai macam masalah yang melanggar undang-undang perlindungan konsumen dan melenceng dari kode etik pemasar yang seharusnya mereka lakukan. Permasalahan ini hendaknya dibenahi agar pihak konsumen memperoleh haknya dan tidak merasa dirugikan oleh pihak pemasar. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan maka dapat ditarik perumusan masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini, yaitu :
1.      Analisis perilaku pemasar konvensional saat ini.
2.      Bagaimana solusi untuk memperbaiki pola pikir pemasar konvensional dengan konsep marketing    syariah?

Empiris
Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang perilaku pemasar konvensional saat ini dan solusi untuk memperbaiki pola pikir pemasar konvensional dengan konsep marketing syariah. Berdasarkan data, badan POM menemukan sekitar 15% iklan obat tradisional ditolak karena materi iklan tidak sesuai dengan kandungan produknya. Pada umumnya pelanggaran dilakukan oleh iklan obat tradisional, produk suplemen makanan dan produk pangan. Berdasarkan pengawasan terhadap 703 iklan obat bebas, sekitar 18% masih belum sesuai dengan materi yang disetujui Badan POM. Sekitar 60% dari 717 iklan produk obat tradisional tidak memenuhi syarat karena materi iklan berisi klaim yang berlebihan. Sekitar 31% dari 517 iklan suplemen makanan menyatakan klaim yang tidak sesuai dengan yang disetujui Badan POM. Kurang lebih 25 dari 3572 iklan kosmetik menyampaikan klaim yang berlebihan, tidak etis atau tidak relevan dengan
kandunganproduknya. Sekitar 30% dari 1052 iklan produk pangan memberikan informasi yang berlebihan dan menyesatkan. Berbagai pelanggaran yang terjadi menunjukkan bahwa marketing konvensional belum sesuai dengan kode etik pemasaran.










BAB II
PEMBAHASAN
Menurut Kotler (2002), pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan daninginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai. Proses pemasaran yang dilakukan oleh pemasar agar produknya sampai ke tangankonsumen perlu memperhatikan bauran pemasarannya. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai pasar sasarannya yaitu komponen produk, harga, distribusi dan promosi.
Kotler (2002) mendefinisikan bauran promosi atau IMC (IntegratedMarketing Communication) ke dalam lima cara komunikasi utama, yaitu :
1.      Periklanan, yaitu semua bentuk penyajian dan promosi nonpersonal atas ide, barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan sponsor tertentu.
2.      Promosi penjualan, yaitu berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
3.      Hubungan masyarakat dan publisitas, yaitu berbagai program untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya.
4.      Penjualan pribadi, yaitu interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih guna melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan.
5.      Pemasaran langsung, yaitu penggunaan surat, telepon, faksimili, email, dan alat penghubung non-personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.

      Cara mempromosikan produk yang dilakukan oleh pemasar, salah satunya melalui media periklanan, iklan adalah segala bentuk presentasi non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus di bayar, Kotler (2005). Pengembangan iklan dipengaruhi oleh lima pengambilan keputusan utama yang terkait dengan Mission (Misi), Money (uang), Media (Media), Message (Pesan), Measurement (ukuran). Periklanan dapat dilakukan melalui berbagai jenis media massa. Mulai dari iklan elektronik seperti iklan di televisi, radio dan bahkan internet sampai iklan yang melalui media cetak seperti koran, majalah dan tabloid. Iklan dimaksudkan untuk menyalurkan ide barang yang dipasarkan, namun biasanya calon konsumen jarang memperhatikan iklan dengan seksama. Hal ini biasanya dikarenakan calon konsumen enggan menonton atau kurang teliti dalam memahami iklan. Penampilan iklan dalam media elektronik biasanya hanya disajikan dalam hitungan detik, mengingat mahalnya biaya beriklan yang dibutuhkan. Oleh karena itu pemasar berlomba-lomba membuat iklan semenarik mungkin yang dapat diperhatikan dan mempengaruhi calon konsumen. Perilaku dalam manajemen konvensional yang sama sekali tidak terkait bahkan tidak merasa adanya pengawasan melekat, kecuali semata-mata pengawasan dari pimpinan atau atasan.

            Berbeda Dengan marketing  konvensional, Marketing syariah merupakan konsep pemasaran yang masih baru dan belum banyak diterapkan di berbagai perusahaan. Pada umumnya konsep ini diterapkan di perusahaan yang usahanya telah berbasis sistem syariah, sebagai contoh Bank Muamalat. Penerapan marketing syariah dirasa belum bisa dilaksanakan secara cepat dan menyeluruh karena jika dilihat dari tujuan awal perusahaan pada umumnya yaitu mengejar profit sebesar-besarnya, maka diperlukan perubahan pola pikir pemasar agar tujuan marketing syariah tercapai. Adapun tujuan utama marketing syariah ini terdapat 2 macam, yaitu :
1.      Memarketingkan Syariah
Memarketingkan syariah adalah suatu kegiatan memasarkan barang atau jasa yang telah memiliki unsur syariah didalamnya. Perusahaan yang pengelolaannya berlandaskan syariah Islam dituntut untuk bisa bekerja dan bersikap professional dalam dunia bisnis. Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat akan diferensiasi yang ditawarkan perusahaan berbasis syariah masih rendah, sehingga dibutuhkan suatu program pemasaran yang komprehensif salah satunya mengenai value propositionproduk-produk syariah yang nantinya diharapkan dapat diterima dengan baik oleh konsumen
2.      Mensyariahkan Marketing
Pemahaman yang keliru mengenai peran pemasaran, dibutuhkan suatu pemahaman akan pentingnya nilai-nilai etika dan moralitas. Syariah islam sebagai syariah yang utuh dan komprehensif mencakup nilai-nilai tersebut, sehingga diharapkan akan mendukung peran pemasaran untuk menjaga integritas, identitas dan image perusahaan. Selain itu, dengan mensyariahkan marketing sebuah perusahaan tidak akan serta merta menjalankan bisnisnya demi keuntungan pribadi semata, karena pemasar juga akan berusaha untuk menciptakan dan menawarkan bahkan dapat merubah suatu valueskepada para stakeholder utamanya. Konsep marketing syariah yang ditawarkan dapat memperbaiki citra pemasar yang selama ini diinterpretasikan buruk oleh konsumen, perbaikan citra akan berdampak positif terhadap perusahaan dengan mendatangkan konsumen yang loyal dan dapat meningkatkan profit.

Pakar marketing Indonesia Hermawan Kartajaya bersama dengan Muhammad Syakir Sula (2008) dalam bukunya mengatakan bahwa marketing syariah merupakan suatu proses bisnis yang keseluruhan prosesnya menerapkan nilai-nilai islam, kejujuran juga keadilan. Marketing syariah adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stakeholdersnya, yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah (bisnis) dalam Islam. Hal ini berarti bahwa dalam marketing syariah, seluruh proses baik proses penciptaan, penawaran, maupun perubahan nilai (value), tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah yang Islami.

Selama etika dalam memasarkan barang dapat terjamin, dan penyimpangan prinsip-prinsip muamalah islami tidak terjadi dalam suatu transaksi, maka pemasaran pun diperbolehkan. Prinsip marketing syariah merupakan sistem yang sederhana, cukup dengan menanamkan kejujuran dan keadilan, maka konsumen dengan sendirinya akan loyal kepada perusahaan. Langkah yang harus diambil pemasar syariah adalah selalu mengikuti perkembangan usahanya. Perkembangan adalah
perubahan sesuatu yang pasti akan terjadi, sehingga dalam menyikapinya dibutuhkan cara yang cermat. Perubahan yang terjadi tidak hanya mengarah kepada minat pasar akan suatu produk, namun dapat juga berupa perkembangan teknologi, dan semakin kompetitifnya persaingan yang telah mengarah ke persaingan yang bersifat tidaksehat. Pemasar syariah akan memandang pesaing atau competitor sebagai bagian dari bisnis yang djalankan. Perusahaan dituntut untuk memiliki moral agar tidak terpengaruh ke dalam persaingan yang tidak sehat. Perusahaan sebisa mungkin menciptakan win-win solution antara perusahaan dan pesaingnya, karena yang memegang kendali terhadap pasar bukanlah perusahaan bersangkutan atau pesaing, melainkan masyarakat luas sebagai konsumen. Kepiawaian dalam merebut hati konsumen menjadi faktor penentu keberhasilan produk. Di tengah kondisi pasar yang semakin ramaiperusahaan tidak bisa hanya menggantungkan diri pada presepsi
dalam benak konsumen, konsumen akan menganggap semua produk sama berdasarkan fungsinya, perusahaan harus mulai membidik hati atau jiwa konsumen untuk mendapatkan perhatian lebih dari konsumen terhadap produk perusahaan, sehingga terjalin relasi yang lebih lama (long-term) bukan sesaat (short-term).

Hubungan long-term yang terjadi akan menimbulkan loyalitas konsumen yang tinggi. Citra yang dimiliki perusahaan pun akan semakin kuat dalam benak konsumen. Pada awal penerapan sistem ini, profit belum terlalu terlihat, namun seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan akan mendapatkan simpati konsumen. Simpati ini jika diberi penguatan positif maka akan menimbulkan loyalitas konsumen. Selanjutnya konsumen yang loyal akan mendatangkan profit yang besar dalam jangka waktu yang panjang. Marketing syariah menekankan aspek kejujuran dan keadilan dalam berbisnis. Marketing syariah juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan selalu memelihara hubungan baik dan kemitraan dengan pesaing. Nilainilai marketing syariah tidak dapat begitu saja diimplementasikan pada kondisi pasar yang terjadi saat ini. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menanamkan dan memberikan pelatihan dan pemahaman mengenai marketing syariah. Pemasar ini diberikan bekal kode etik yang harus dilakukan sebagai seorang marketer syariah. Pemasar yang telah memiliki jiwa marketing syariah akan berusaha untuk mencari strategi yang tidak melanggar kode etik. Perusahaan yang akan menerapkan konsep ini pun tidak serta-merta merubah cara pemasarannya secara frontal. Perusahaan tidak dapat secara langsung jujur mengenai segala kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya. Saat transisi sistem pemasaran, perusahaan dapat menerapkan strategi promosi (IMC) yang syariah dalam periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, penjualan pribadi dan pemasaran langsung. Strategi yang dapat diterapkan berkaitan dengan aspek IMC yang mendukung pemasaran syariah adalah :
1.      Periklanan, bentuk periklanan yang dapat diterapkan oleh perusahaan telah diatur dalam undang-undang perlindungan konsumen, salah satu ayat menyebutkan bahwa mencantumkan kata ter atau paling, menjelek-jelekan pesaing dan menipu konsumen merupakan bentuk pelanggaran terhadap undang-undang. Pemasar yang memegang prinsip syariah, harus mampu meminimalisir bentuk pelanggaran yang tidak sesuai dengan perundangan yang berlaku.
2.      Promosi penjualan, produk yang dipasarkan semata-mata ditujukan untuk menjual produk bukan menciptakan sifat konsumtif pada konsumen misalnya saja dengan promosi gratis atu pemberian potongan harga yang cukup besar.
3.      Hubungan masyarakat, kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan hendaknya dilandasi prinsip kejujur dan selalu berusaha untuk tidak mengelabui konsumen.
4.      Penjualan pribadi, tenaga penjual harus dididik untuk berkata jujur mengenai produk yang ditawarkan. Pakaian dan atribut yang dikenakan tenaga penjual pun sebaiknya memerhatikan kesopanan dan budaya yang berlaku didaerah setempat.
5.      Pemasaran langsung, kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan yang disampaikan melalui iklan.





.


Minggu, 04 Mei 2014

KOMUNIKASI BISNIS DALAM ORGANISASI DAN PERUSAHAAN

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN
            Di dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berkomunikasi dengan orang yang ada di sekitar kita karena kita merupakan makhluk social. Dan saat melakukan komunikasi kita membutuhkan orang lain. Komunikasi adalah hal penting yang ada di dunia ini dengan komunikasi kita bisa mengetahui beberapa kejadian yang diceritakan manusia lain kepada kita. Dengan begini komunikasi adalah hal yang sangat penting, sehingga kita juga dalam berkomunikasi memerlukan etika hingga orang lain merasa nyaman saat berkomunikasi dengan kita. Dalam organisasi atau perusahaan juga membutuhkan komunikasi yang baik antara atasan bawahan antara karyawan dan antara perusahaan dengan masyarakat umum.
Perusahaan adalah suatu unit usaha yang salah satu tujuannya mendapatkan laba. Jika ingin mendapatkan laba pemilik perusahaan harus bekerjasama dengan karyawan yang ada didalam perusahaan tersebut. Mereka juga harus menjaga komunikasi dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Karyawan nya juga harus mempunyai pengalaman dan keterampilan yang baik hingga jika pada saat mengeluarkan produksi atau pun rencana itu akan menjadi yang baik, dan mendapatkan produk yang berkualitas.
Dalam perusahaan ada yang dinamakan manajemen. Manajemen merupakan sekumpulan orang yang melakukan kegiatan planning,organizing, leading dan controlling. Manajemen mempunyai tanggung jawab tertinggi atas berbagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang di bawah ini.
Dari 2 elemen tersebut yaitu karyawan dan manajemen merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan. Manajemen yang baik adalah manajemen yang dapat berkomunikasi dengan karyawan secara tepat. Banyak sekali hal dapat digunakan untuk pendekatan antara manajemen kepada karyawan bisa secara formal maupun informal.
Hubungan baik antara manajemen dengan karyawan akan berdampak baik pula bagi perusahaan. Ide-ide baru dari karyawan bisa menyelesaikan masalah yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Produktivitas pun juga meningkat karena karyawan dengan suka rela memberikan tenaga dan pikiran pada perusahaan.
Diantara kedua belah pihak terjadi komunikasi timbal balik. Sehingga diperlukan kerja sama untuk yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik pribadi maupun perusahaan. Dengan begitu dapat dengan mudah mereka dapat mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang diinginkan.
DEVINISI KOMUINIKASI DALAM ORGANISASI
            Goldhaber(1986) memberikan definisi komunikasi dalam organisasi yaitu proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam hubungan jaringan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah. Dalam definisi komunikasi dalam perusahaan terdapat 7 konsep yaitu :

a.       Proses
Dalam suatu organisasi kita menciptakan dan saling tukar menukar pesan antar anggota, hal ini berjalan terus-menerus dan tidak ada hentinya maka hal ini disebut sebagai proses
b.      Pesan
Pesan adalah susunan simbol yang penuh arti tentang orang, objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang. Pengklasifikasian pesan menurut bahasa dapat pula dibedakan atas pesan verbal dan pesan nonverbal.
c.       Jaringan
Pertukaran pesan dari orang satu ke orang lain terjadi melewati suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Peran tingkah laku dalam organisasi menentukan siapa yang menduduki posisi tertentu ataupun pekerjaan tertentu baik dinyatakan formal maupun informal.
d.      Keadaan saling tergantung
Hal ini telah menjadi sifat dari suatu organisasi system terbuka. Jika suatu bagian dalam organisasi mengalami gangguan maka berpengaruh kepada bagian yang lain. Begitu juga dengan jaringan komunikasi dalam organisasi saling melengkapi.
e.       Hubungan
Organisasi yang merupakan system terbuka, system kehidupan sosia maka untuk berfungsi bagian-bagian itu terletak ditangan manusia. Karena itu hubungan manusia dalam organisasi memfokuskan kepada tingkah laku. Hubungan manusia dalam organisasi mulai dari yang sederhana yaitu hubungan diantara dua orang, hubungan dalam kelompok-kelompok kecil, maupun besar dalam organisasi.
f.       Lingkungan
Lingkungan secara fisik dan factor social perlu diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu system. Lingkungan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu internal dan eksternal. Lingkungan internal terdiri dari organisasi dan kulturnya dan antara organisasi itu dengan lingkungan eksternalnya. Kultur organisasi yaitu pola kepercayaan dan harapan dari anggota organisasi yang menghasilkan norma-norma yang membentuk tingkah laku individu dan kelompok dalam organisasi. Karena lingkungan berubah-ubah maka organisasi memerlukan informasi baru. Informasi baru ini harus dapat mengatasi perubahan dalam lingkungan berubah-ubah maka organisasi memerlukan informasi baru. Informasi baru ini harus dapat mengatasi perubahan dalam lingkungan dengan menciptakan dan pertukaran pesan baik secara internal dalam unit-unit yang releven maupun terhadap kepentingan umum secara eksternal.

Sabtu, 03 Mei 2014

KOMUNIKASI BISNIS ANTAR BUDAYA

PENGERTIAN KOMUNIKASI BISNIS ANTAR BUDAYA
          Komunikasi Antarbudaya adalah proses komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi). Penggolongan kelompok budaya tidak bersifat mutlak, kita boleh memilih satu atau lebih untuk menandai sebuah kelompok yang memiliki budaya yang sama. Misalnya di USA, orang Amerika berbicara tentang orang-orang asli di California, Nebraska, dan New Hamphire sebagai berasal dari budaya-budaya regional yang berbeda. Kita boleh menyebut masing-masing sebagai anggota sebuah budaya kota atau budaya desa, atau sebagai anggota budaya Irlandia atau budaya Yahudi. Kita boleh menganggap mereka sebagai anggota-anggota budaya Barat yang lebih luas lagi. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentk ddari banyak unsur yang rumit, termasuk system agama dan politik, adat-istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
            Cara anda berpakaian, hubungan anda dengan orang tua dan teman-teman anda, apa yang anda harapkan dari perkawinan dan pekerjaan, makanan yang anda makan, bahasa yang anda gunakan, semuanya itu dipengaruhi oleh budaya anda. Ini tidak berarti bahwa, anda berpikir, percaya, dan bertindak sama persis seperti setiap orang lainnya dalam budaya anda. Sebuah budaya akan berubah dan berevolusi dari waktu ke waktu. Namun seperangkat karakteristik dimiliki bersama oleh sebuah kelompok secara keseluruhan dapat dilacak, meskipun telah berubah banyak, dari generasi ke generasi.
            Dalam berkomunikasi, kita cenderung untuk menghakimi nilai, adat istiadat atau aspek-aspek budaya lain menggunakan kelompok kita sendiri dan adat istiadat kita sendiri sebagai standar bagi semua penilaian. Disadari atau tidak, kita sering menganggap kelompok kita sendiri, negeri kita sendiri, budaya kita sendiri sebagai yang terbaik, yang paling bermoral,dsb
            Adanya perbedaan budaya dimasing-masing kelompok, masyarakat dan Negara, juga turut mempengaruhi efektifitas komunikasi antarbudaya. Adapun kunci keberhasilan dalam hubungan komunikasi bisnis juga dapat dipengaruhi oleh hal-hal seperti :
·         Social values
contohnya orang Amerika dikenal dengan etos kerja keras, sukses dapat diukur dari sisi materi, berorientasi pada tujuan dan efesiensi. Sementara untuk Indonesia dengan tingkat pengangguran usia kerja yang tinggi, menciptakan lapangan pekerjaan jauh lebih penting daripada bekerja secara efisien.
·         Roles and Status
Contohnya, dibanyak Negara wanita masih belum atau tidak memainkan peranan yang menonjol dalam bisnis, pemerintahan bahkan dalam praktek kesehariannya masih ada batasan-batasan. Hal ini dikarenakan adanya system nilai, kepercayaan, dan pengaruh agama. Konsep status juga berbeda. Seorang eksekutif Amerika menunjukakan tanda-tanda statusnya dengan menunjukkan tanda-tanda statusnya dengan menunjuk kepada nilai materialistic. Big boss biasanya mempunyai ruang kantor besar, karpet yang bagus, sofa yang mahal, asesoris-asesoris yang mahal,dll. Mempunyai kantor pribadi yang terhormat di Amerika, daripada sebuah meja kerja pribadi di ruang terbuka ini disebutnya Spatia Arrangements. Dalam budaya lain, dikomunikasikan dalam cara yang berbeda, misalnya seorang eksekutif di prancis akan lebih terhormat apabila duduk di tengah dalam area yang terbuka.
·         Concept of Time
Perbedaan presepsi terhadap waktu adalah factor lainnya yang bisa menyebabkan misunderstandings. Para efektif Amerika dan Jerman melihat waktu sebagai sesuatu yang harus direncanakan dan dipergunakan secara efisien, berfokus hanya pada tugas pekerjaan tiap periode yang sudah terjadwal. Waktu adalah terbatas jadi mereka mencoba langsung mendapatkan sesuatu informasi secepat mungkin ketika berkomunikasi.
·         Concept of Personal Space
Seperti halnya waktu, ruang / jarak dalam berkomunikasi seringkali menyebabkan pengertian yang berbeda dalam budaya yang berbeda. Dalam budaya barat dlam berkomunikasi biasanya mereka berdiri 5 feet selama percakapan bisnis. Jarak ini bagi orang jerman dan jepang adalah dekat namun tidak nyaman. Tetapi bagi orang Arab dan Amerika Latin, Jarak ini jauh dan tidak nyaman. Budaya barat cenderung bereaksi negative, ketika seorang Arab bergerak mendekiat selama percakapan.